30 April 2012

Manusia dan Keadilan


I. Pengertian Keadilan
Keadilan menurut Aristoteles adalah kelayakan dalam tindakan manusia, Kelayakan
diartikan sebagai titik tengah di mana ke dua ujung ekstrem yang terlalu banyak dan terlalu
sedikit. Kedua ujung ekstrern ilu mcnyangkut dua orang alau benda. Bila kedua orang tersebut
mempunyai kesamaan dalam ukuran yang telah ditetapkan, maka masing-masing orang harus
memperoleh benda atau hasil yang sama. kalau tidak sama, maka masing-masing orang akan
menerima bagian yang tidak sama, scdangkan pelanggaran terhadap proporsi tersebut berarti
ketidak adilan.

II. Keadilan Sosial
 
Satu sila dalam pancasila yang ada hubungannya dengan keadilan sosial :
       Keadilan merupakan sila kelima dari pancasila yang berbunyi "Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia." Para pemimpin membuat perumusan pancasila dengan berbagai uraian, seperti dari Bung Hatta dalam uraiannya mengenai sila "Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia", menulis sebagai berikut "Keadilan sosial adalah langkah yang menentukan untuk melaksanakan Indonesia yang adil dan makmur." Selanjutnya diuraikan bahwa para pemimpin Indonesia yang menyusun UUD 45 percaya bahwa cita-cita keadilan sosial dalam bidang ekonomi ialah dapat mencapai kemakmuran yang merata.

Lima wujud keadilan sosial yang diperinci dalam perbuatan dan sikap :
1. Perbuatan luhur yang mencerminkan sikap dan suasana kekeluargaan dan kegotongroyongan.
2. Sikap adil terhadap sesama, menjaga keseimbangan antara hak dan kewajiban serta menghormati hak-hak orang lain.
3. Sikap suka memberi pertolongan kepada orang yang memerlukan
4. Sikap suka bekerja keras.
5. Sikap menghargai hasil karya orang lain yang bermanfaat untuk mencapai kemajuan dan kesejahteraan bersama.

Delapan jalur pemerataan yang merupakan asas keadilan sosial :
1) Pemerataan pemenuhan kebutuhan pokok rakyat banyak khususnya pangan, sandang, dan perumahan.
2) Pemerataan memperoleh pendidikan dan pelayanan kesehatan.
3) Pemerataan pembagian pendapatan.
4) Pemerataan kesempatan kerja.
5)  Pemerataan kesempatan berusaha.
6) Pemerataan kesempatan berpatisipasi dalam pembangunan khususnya bagi generasi muda dan kaum wanita.
7) Pemerataan penyebaran pembangunan di seluruh wilayah tanah air.
8) Pemerataan kesempatan memperoleh keadilan.

III. Berbagai Macam Keadilan
1.  Keadilan Legal atau Keadilan Moral
Plato berpendapat bahwa keadilan dan hukum merupakan substansi rohani umum dari masyarakat yang membuat dan menjadi kesatuannya.Dalam masyarakat yang adil setiap orang menjalankan pekerjaan menurut sifat dasarnya paling cocok baginya (the man behind the gun). Pendapat Plato itu disebut keadilan moral, sedangkan oleh yang lainnya disebut keadilan legal.
Keadilan timbul karena penyatuan dan penyesuaian untuk memberi tempat yang selaras kepada bagian-bagian yang membentuk suatu masyarakat.
Dan Ketidakadilan terjadi apabila ada campur tangan terhadap pihak lain yang melaksanakan tugas-tugas yang selaras sebab hal itu akan menciptakan pertentangan dan ketidak keserasian.

2. Keadilan Distributif
Aristotele berpendapat bahwa keadilan akan terlaksana bilamana hal-hal yang sama diperlakukan secara sama dan hal-hal yang tidak sama diperlakukan tidak sama (justice is done when equels are treated equally). 

3. Kadilan Komutatif
Keadilan ini bertujuan untuk memelihara ketertiban masyarakat dan kesejahteraan umum.Bagi Aristoteles pengertian keadilan ini merupakan asas pertalian dan ketertiban dalam masyarakat. Semua tindakan yang bercorak ujung ekstrem menjadikan ketidakadilan dan akan merusak atau bahkan menghancurkan pertalian dalam masyarakat.
IV. Kejujuran
Pengertian kejujuran :
     Kejujuran atau jujur artinya apa yang dikatakan seseorang sesuai dengan hati nuraninya apa yang dikatakannya sesuai dengan kenyataan yang ada. Sedangkan kenyataan yang ada itu adalah kenyataaan yang benarr-benar ada. Jujur juga berarti seseorang bersih hatinya dari perbuatan-perbuatan yang dilarang oleh agama dan hukum.
Hakekat kejujuran :
        Pada hakekatnya, jujur atau kejujuran dilandasi oleh kesadaran moral yang tinggi, kesadaran pengakuan akan adanya sama hak dan kewajiban, serta rasa takut terhadap kesalah atau dosa.

V. Kecurangan

Kecurangan atau curang identik dengan ketidakjujuran ataú tidak jujur, dan sama pula
dengan licik, meskipun tidak serupa benar. Sudah tentu kecurangan sebagai lawan jujur.
Kecurangan menyebabkan manusia menjadi serakah, tamak, ingin menimbun kekayaan
yang berlebihan dengan tujuan agar dianggap sebagai orang yang paling hebat. paling kaya
dan senang bila masyarakat disekelilingnya hidup menderita. Orang seperti itu biasanya tidak
senang bila ada yang melebihi kekayaannya. 
Sebab-sebab orang melakukan kecurangan :
    Ditinjau dari hubungan manusia dengan alam sekitarnya, ada empat aspek yaitu aspek ekonomi, aspek kebudayaan, aspek peradaban, dan aspek teknik. Apabila keempat aspek tersebut dilaksanakan secara wajar, maka segalanya akan berjalan sesuai dengan norma-norma moral atau norma hukum. Akan tetapi, apabila manusia dalam hatinya telah digerogoti jiwa tamak, iri, dengki, maka manusia akan melakukan perbuatan yang melanggar norma tersebut dan jadilah kecurangan.

VI. Perhitungan (HISAB) dan Pembalasan
Macam-macam perhitungan dan pembalasan :
Menurut agama :
      Jika seseorang melakukan apa yang ALLAH SWT larang, maka orang tersebut akan mendapat balasannya sesuai apa yang dia perbuat di akherat nanti.
Menurut hukum:
      Jika ada seseorang yang melanggar hukum, dia wajib mendapat balasan dan hukuman sesuai apa yang dia perbuat.

VII. Pemulihan Nama Baik
Nama baik merupakan tujuan utama orang hidup. Nama baik adalah nama yang tidak
tercela. Setiap orang menjaga dengan hati-hati agar namanya tetap baik. Lebih-lebih jika ia
menjadi teladan bgai orang/tetangga disekitarnya adalah suatu kebanggaan batin yang tak
temilai harganya. 
Hakekat pemulihan nama baik :
Yang sesuai dengan kodrat manusia, yaitu :
1. Manusia menurut sifat dasarnya adalah makhluk moral.
2. Ada aturan-aturan yang berdiri sendiri yang harus dipatuhi manusia untuk mewujudkan dirinya sendiri sebagai pelaku moral tersebut.

VIII. Pembalasan
Pengertian tentang pembalasan :
      Suatu reaksi atas perbuatan orang lain, berupa perbuatan yang serupa, perbuatan yang seimbang, tingkah laku yang serupa, dan tingkah laku yang seimbang.
Penyebab pembalasan :
  Pembalasan disebabkan oleh adanya pergaulan. Pergaulan yang bersahabat akan mendapat balasan yang bersahabat, sebaliknya pergaulan yang penuh kecurigaan menimbulkan balasan yang tidak bersahabt pula.
Contoh pembalasan :
    Ada seorang yang mencuri televisi, maka orang tersebut mendapat balasan berupa hukuman dipenjara

 
Sumber :
Widyo Nugroho dan Achmad Muchji .1996. Ilmu Budaya Dasar. Jakarta : Gunadarma
http://desilaila.multiply.com/journal/item/22?&show_interstitial=1&u=%2Fjournal%2Fitem
 
 

I. Penderitaan
Penderitaan berasal dan' kata derita. Kata deńta berasal dari bahasa sansekerta dhra
altinya menahan atau menangglmg. Derita artinya menangglmg atau merasakan sesuatu yang
tidak menyenangkan. Penderitaan itu dapat lahir atau batin, atau lahir batin.

Penderitaan termasuk realitas dunia dan manusia. Intensitas penderitaan bertingkat-tingkat, ada yang berat ada juga yang ringan. Namun peranan individu juga menentukan berat-tidaknya intensitas penderitaan. Suatu peristiwa yang dianggap penderitaan
oleh seseorang belum tentu merupakan penderitaan bagi orang làin. Di dapat pu1a suatu penderitaan merupakan energi untuk bangkit bagi seseorang, atau sebagai langkah awal untuk mencapai kenikmatan dan kebahagiaan.
II. Siksaan
Siksaan dapat diartikan sebagai siksaan badan atau jasmani, dan dapal juga berupa siksaan jiwa atau nokhani. Akibat siksaan yang dialami scseorang, limbullah pendcritaan.
 Siksaan yang sifatnya psikis misalnya kebimbangan, kesepian dan ketakutan.
Kebimbangan dialami oleh seseorang bila ia pada suatu saat tidak dapat menentukan pilihan mans yang akan diambil. Misalnya pada suatu saat apakah seseorang yang bimbang itu pergi atau tidak, siapakah dan kawannya yang akan dijadikan pacar tetapnya. Akibat dari kebimbangan seseorang berada dalam keadaan yang tidak menentu, sehingga ia merasa tersiksa dalam hidupnya saat itu.
Kesepian dialami oleh seseorang merupakan rasa sepi dalam dirinya sendiri atau jiwanya walaupun ia dalam lingkungan orang ramai. Kesepian ini tidak boleh dicampur adukkan dengan keadaan sepi seperti yang dialami oleh petapa atau biarawan yang tinggalnya ditempat yang sepi.
Ketakutan merupakan bentuk lain yang dapat menyebabkan seseorang mengalami siksaan batin. Bila rasa takut itu dibesar-besarkan yang tidak pada tempatnya, maka disebut sebagai phobia. Seperti pada kesepian, ketakutan.dapat juga timbul atau dialami seseorang walaupun lingkungannya ramai, sebab ketakutan merupakan hal yang sifatnya psikis.
Sebab seseorang melakukan ketakutan antara lain :
(a) Claustrophobia dan Agoraphobia
Cloustrophobia adalah rasa takut texhadap ruangan tertutup. Agoraphobia adalah ketakutan
yang disebabkan seseorang berada di tempat terbuka.

(b) Gamang merupakan ketakutan bila seseorang di tempat yang tìnggi. Hal itu disebabkan,
karena ia takut akibat berada di tempat yang tinggi. Misalnya seseorang hams melewati
jembatan yang sempit, sedangkan dibawalmya air yang mengalir, atau seseorang takut
meniti dinding tembok dibawahnya.

(c) kegelapan merupakan suatu ketakutan seseorang bila ia berada di tempat yang gelap.
Sebab dalam pikirarmya dalam kegelapan demikian akan muncul sesuatu yang ditakuti,
misalnya setam, pencuri. Orang yang demikian menghendaki agar ruangan tempat tidur
selalu dinyalakan lampu yang terang.

(d) Kesakitan me1upakan ketakutan yang disebabkan oleh rasa sakit yang akan dialami.
Seseorang yang takut diinjeksi sudah beneriak­ten'ak sebelum jarum injeksi ditusukkan
ke dalam tubuhnya. Hal itu disebabkan karena dalam pikirannya semuanya akan
menimbulkan kesakitan.

(e) Kegagalan merupakan ketakutan dari seseorang disebabkan karena merasa bahwa apa
yang akan dijalankan mengalami kegagalan. Seseorang yang patah hati tidak mudah
untuk bercinta kembali, kaœna takut dalam percintaan berikutnya juga akan terjadi
kegagalan, trauma yang pemah dialaminya telah menjadikan dirinya ketakutan kalau
sampai terulang lagi.

Phobia
Ahli-ahli medis mempunyaì pendapat yang berbeda-beda dan banyak penderita yang
mempunyai teon' tentang asal mula dan' ketakutan mereka. Kebanyakan phobìanya dimulai
dengan suatu schock emosional atau suatu tekanan pada waktu tertentu, misalnya pekerjaan
baru, kematian dalam keluarga, suatu operasi atau sakit yang serius.

Umumnya ada dua aliran tentang penyebab phobia. Ahli-ahli ilmu jiwa cenderung
berpendapat bahwa phobia adalah suatu gejala dan' suatu problema psikologis yang dalam,
yang harus ditemukan, dihadapi, dan ditaklukan sebelum phobianya akan hilang. Sebaliknya
ahli-ahli yang merawat tingkah laku percaya bahwa suatu phobia adalah problemanya dan
tidak perlu menemukan sebab­sebabnya supaya mendapatkan perawatan dan pengobatan.
Kebanyakan ahli-ahlì setuju bahwa tekanan dan ketegangan disebabkan oleh karena sipenderita
hidup dalam keadaan ketakutan terus menenxs, membuat keadaan sipendeńta sepuluh kali
lebih parah.

III.Kelakutan Mental
Penderitaan batin dalam ilmu psikologi dikenal sebagai kekalutan mental. Secara lebih sederhana kekalutan mental dapat dirumuskan sebagai gangguan kejiwaan akibat ketidakmampuan seseorang menghadapi persoalan yang harus diatasi sehingga yang bersangkutan bertingkah secara kurang wajar.
Gejala-gejala pennulaan bagi seseorang yang mengalami kekalutan mental adalah :
  1. nampak pada jasmani yang sering merasakan pusing, sesak napas, demam, nyeri pada lambung
  2. nampak pada kejiwaannya dengan rasa cemas, ketakutan, patah hati, apatis, cemburu, mudah marah.
Tahap-taham gangguan kejiwaan adalah :
a.gangguan kejiwaan nampak dalam gejala-gejala kehidupan si penderita baik jasmani
maupun rohaninya
b. usaha mempertahankan diri dengan cara negatif, yaitu mundur atau lari, sehingga cara
beltahan dirinya Salah; pada orang yang tidak mendeńta ganìuan kejiwaan bila menghadapi
persoalan, justru lekas memecahkan pnoblemnya, sehingga tidak menekan perasaannya.
Jadi bukan melarikan din' dan' persoalan, tetapi melawan atau memecahkan persoalan.
c. kekalutan merupakan titik patah (mental breakdown) dan yang bersangkutan mengalami
gangguan

Sebab-sebab timbulnya kekalutan mental, dapat banyak disebutkan antara lain sebagai berikut :

a. kepribadian yang lemah akibat kondisi jasmani atau mental yang kurang sempuma; hal-hal tersebut sexing menyebabkan yang bei angkutan merasa rendah diri yang secara berangsur-angsur akan menyudutkan kaedudukannya dan menghancurkan mentalnya. 
b. terjadinya konflik sosial budaya akibat nonna berbeda antara yang bersangkutan dengan apa yang ada dalam masyarakat, sehingga is tidak dapat menyesuaikan diri lagi; misalnya orang pedesaan yang berat menyesuaikan diri dengan kehidupan kota, orang tua yang telah mapan sulit menerima keadaan baru yang jauh berbeda dan masa jayanya dulu. 
c. cara pematangan batin yang salah dengan memberikan reaksi yang berlebihan terhadap kehidupan sosial; over acting sebagai overcompensatie.

Proses-proses kekalutan mental yang dialami oleh seseorang mendorongnya ke arah :

1. Positif : trauma (Iuka jiwa) yang dialami dijawab secara baik sebagai usaha agar tetap
survive dalam hidup, misalnya melakukan sholat tahajut waktu malam hari untuk
memperoleh ketenangan dan mencari jalan keluar untuk mengatasi kesulitan yang
dihadapinya, ataupun melakukan kegitan yang positif setelah kejatuhan dalam kehidupan.
2. Negatif : trauma yang dialami diperlarutkan atau diperturutkan, sehingga yang
bersangkutan mengalami frustasi ,yaitu tekanan batin akibat tidak tercapainya apa yang
diinginkan. Bentuk frustasi antaxa lain :
a.)agresi berupa kemarahan yang meluap-luap akibat emosi yang tidak terkendali dan
secara  berakibat mudah  hypenensi (tekanan darah tinggi) atau tindakan
sadis yang dapat membahayakan orang sekítamya.
b.) regresi adalah kembali pada pola reaksi yang primitif atau kekanak-kanankan
(infantil), misalnya dengan menjerit-jerit,menangis sampai meraung-raung,memecah
bamng-barang.
c.)fiksasi adalah peletakan atau pembatasan pada satu pola yang sama (tetap), misalnya
dengan membisu. memuku1­mukul dada sendiri, membentur-benturkan kepala pada
benda keras.  
d.)proyeksi merupakan usaha melemparkan atau memproyeksikan kelemahan dan
sikap-sikap sendiri yang negatif pada orang lain, kata pepatah: awak yang tidak
pandai menari, dikatakan lantai yang teljungkit.
e.)identifikasi adalah menyamakan diri dengan seseorang yang sukses dalam
imaginasinya, misalnya dalam kecantikan yang bersangkutan menyamakan diri
dengan bintang ñlm, dalam soal harta kekayaan dengan pengusaha kaya yang sukses.
narsisme adalah self love yang berlebihan, sehingga yang bersangkutan merasa
dirinya lebih superior daripada orang lain.
f.)autisme adalah gejala menutup diri secara total dari dunìa  tidak mau
berkomunikasì dengan orang lain, ia puas dengan fantasinya sendìri yang dapat
menjurus ke sifat yang sinting.


IV. Penderitaan dan perjuangan
Setiap manusia pasti mengalami penderitaan, baik berat ataupun ringan. Penderitaan adalah bagian kehidupan manusia yang bersifat kodrati. Karena itu terserah kepada manusia itu sendiri untuk berusaha mengurangi penderitaan itu semaksimal mungkin, bahkan menghindari atau menghilangkan sama sekali. Manusia adalah mahluk berbudaya, dengan budayanya itu ia berusaha mengatasi penderitaan yang mengancam atau dialaminya.
Penderitaan dikatakan sebagai kodrat manusia, artinya sudah menjadi konsekwensi manusia hidup, bahwa manusia hidup ditakdirkan bukan hanya untuk bahagia, melainkan juga menderita. Karena itu manusia hidup tidak boleh pesimis, yang menganggap hidup sebagai rangkaian penderitaan.
Pembebasan dari penderitaan pada hakekatnya meneruskan kelangsungan hidup. Caranya ialah berjuang menghadapi tantangan hidup dalam alarn lingkungan, masyarakat sekitar, dengan waspada, dan disertai doa kepada Tuhansupaya terhindar dari bahaya dan malapetaka.

V. Penderitaan , media massa dan seniman
Dalam dunia modern sekarang ini kemungkinan terjadi penderitaan itu lebih besar. Hal ini telah dibuktikan oleh kemajuan teknologi dan sebagainya menyejahterakan manusia dan sebagian lainnya membuat manusia menderita.
Beberapa sebab lain yang menimbulkan penderitaan manusia ialah kecelakaan, bencana alam, bencana perang. dan lain-lain. Contohnya ialah tenggelamnya kapal Tampomas Dua di perairan Masalembo, jatuhnya pesawat hercules yang mengangkut para perwira muda di­Condet, Meletusnya gunung galunggung,perang Irak-Iran.
Media masa merupakan alat yang paling tepat untuk mengkomunikasikan peristiwa-peristiwa penderitaan manusia secara cepat kepada masyarakt. Dengan demikian masyarakat dapat segera menilai untuk menentukan sikap antara sesama manusia tenitama bagi yang merasa simpati. Tetapi tidak kalah pentingnya komunikasi yang dilakukan para seniman melalui karya seni, sehingga pars pembaca, penontonnya dapat menghayati penderitaan sekaligus keindahan karya seni.

VI. Penderitaan dan sebab-sebabnya
Apabila kita kelompokkan secara sederhana berdasarkan sebab-sebab timbulnya
penderitaan, maka pendeńtaan manusia dapat dipeńnci sebagai beńkut :

A) Penderitaan yang timbul karena perbuatan buruk manusia.

Penderitaan yang menimpa manusia karena perbuatan buruk manusia dapat teljadi
dalam hubungan sesama manusia dan hubungan manusia dengan alam sekitamya. Penderitaan
ini kadang disebut nasib buruk.  buruk ini dapat diperbaiki manusia supaya menjadi
baik. Dengan kata lain, manusialah yang dapat memperbaiki nasìbnya. Perbedaan nasib
buruk dan takdir, kalau takdir, Tuhan yang menentukan sedangkan nasib buruk itu manusia
penyebabnya.

B) Penderitaan yang timbul karena penyakit, siksaan / azab Tuhan

Pendeńtaan manusia dapat juga terjadi akibat penyakit atau siksaan / azab Tuhan.
Namun kesabaran, tawakal, dan optimisme dapat merupakan usaba manusia untuk mengatasì
penderitaan itu.

VII. Pengaruh Penderitaan

Orang yang mengalami penderitaan mungkin akan memperoleh pengaruh bemiacam-macam dan sikap dalam dirinya. Sikap yang timbul dapat berupa sikap positif ataupun sikap negatif. Sikap negatif misalnya penyesalan karena tidak bahagia, sikap kecewa, putus asa, ingin bunuh diri. Sikap ini diungkapkan dalam peribahasa “sesal dahulu pendapatan, sesal kernudian tak berguna”, “nasi sudah menjadi bubur”.

Sikap positif yaitu sikap optimis mengatasi penderitaan hidup, bahwa hidup bukan rangkaian penderitaan, melainkan perjuangan membebaskan diri dart penderitaan, dan penderitaan itu adalah hanya bagian dari kehidupan.

Apabila sikap negatif dan sikap positif.ini dikomunikasikan oleh para seniman kepada para pembaca, penonton, maka para pembaca, para penonton akan memberikan penilaiannya. Penilaian itu dapat berupa kemauan untuk mengadakan perubahan nilai-nilai kehidupan dalam masyarakat dengan tujuan perbaikan keadaan. Keadaan yang sudah tidak sesuai ditinggalkan dan diganti dengan keadaan yang lebih sesuai. Keadaan yang berupa hambatan harus disingkirkan.


Sumber : 
http://hadi27.wordpress.com/rangkuman-manusia-dan-keindahan-serta-manusia-dan-penderitaan/ 
Widyo Nugroho dan Achmad Muchji .1996. Ilmu Budaya Dasar. Jakarta : Gunadarma






I.Keindahan
A. Pengertian 
Kata keindahan berasal dan' kata indah, artinya bagus, pemlai, cantik, elok. molek, dan
sebagainya. Benda yang mempunyai sifat indah ialah segala hasil seni. pemandangan alam.
manusia, rumah, tatanan, perabot rumah cangga, suara, wama, dan sebaginya. Kawasan
keindahan bagi manusia sangat luas, seluas keanekaragaman manusia dan sesuai pula.

Keindahan dalam arti luas merupakan pengenian semula dari bangsa Yunani dulu
yang didalamnya tencakup pula kebaikan. Plato misalnya menyebut tentang watak yang indah
dan hukum yang indah, sedang Aristoteles merumuskan keindahan sebagi sesuatu yang selaìn
baik juga menyenangkan. Plo`tinus menulis tentang ihnu yang indah dan kebajikan yang
indah Orang Yunani dulu belbicara pula mengenai buah pikiran yang indah dan adat kebiasaan
yang indah. Tapi bangsa Yunani juga mengenal pengertian keìndahan dalam ani estetis yang
disebutnya  untuk keìndahan berdasarkan penglihatan ( misalnya pada karya
pahat dan arsitektur ) dan haxmonia unluk keìndahan berdasarkan pendengaran (musik), J adi
pengertian keìndahan yang seluas­1uasnya meliputi :

 keindahan seni

- keindahan alam

- keindahan moral

- keindahan intelektual

Keindahan dalam ani esletis mumi menyangkut pengalaman estetis dari seseorang
dalam hubungannya dengan segala sesîxatu yang dicempnya. Sedang keindahan dalam arti terbatas lebih disempilkan sehingga hanya menyangkut benda-benda yang dicerapnya dengan
penglihgtan. yakni berupa keindahan dan' bentuk dan wama.

Dari pembagian dan pembedaan terhadap keindahan diatas, masih belum jelas apakah
sesungguhnya keindahan itu. Ini memang merupakan suatu pexsoalan ñlsafati yang jawabarmya
beraneka ragam. Salah satu jawaban mencań ciri-ciri umum yang ada pada semua benda
yang dianggap indah dan kemudian menyamakan ciri-ciri atau kwalita hakiki itu dengan
pengeltian keindahan. Jadi keindahan pada dasamya adalah sejumlah kwalita pokok tenentu
yang terdapat pada suatu hal. Kwalita yang paling seringdisebut adalah kesatuan (unity),
keselarasan (harmony), kesetangkupan (symmetry), keseimbangan (balance) dan perlawanan
(contrast). 
Dapat diambil kesimpulan, bahwa keindahan tersusun dan’ berbagai keselaxasan dan kebaikan dan' gańs, wama, bentuk, nada dan kata­kata. Ada pula yang  berpendapat, bahwa keindahan adalah suatu kumpulan hubungan-hubungan yang selaras dalam suatu benda dan di antara benda itu dengan si pengamat.

B.Nilai Estetik
Dalam rangka teori umum tentang nilai The Liang gie menjelaskan bahwa pengertian keindahan dianggap sebagai salah satu jenis nilai seperti hal nya nilai moral, nilai ekonomik, nilai pendidikan, dan sebagainya. Nilai yang berhubungan dengan segala sesuatu yang tercakup dalam pengertian keindahan disebut nilai estetik.
Masalahnya sekarang ialah : apakah nilai estetik itu.? dalam bidang filsafat, istilah nilai seringkali dipakai sebagai suatu kata benda abstrak yang berarti kebethargaan (worth) atau kebaikan (goodness).

Nilai ekstrinsik adalah sifat baik dari suatu benda sebagai alat atau sarana untuk sesuatu ha! lainnya (instrumental/contributory. value), yakni nilai yang bersifat sebagai alat atau membantu.. Nilai instrinsik adalah sifat balk dari benda yang bersangkutan, atau sebagai suatu tujuan, ataupun demi kepentingan benda itu sendiri.
Contoh :
(1)     puisi bentuk puisi yang terdiri dari bahasa, diksi, bans, sajak, irama, itu disebut nilai ekstrinsik. Sedangkan pesan yang ingin disampaikan kepada pembaca melalui (alat benda) puisi itu disebut nilai instrinsik.
(2)     Tari, tarian Damarwulan-minakjinggo suatu tarian yang halus dan kasar dengan segala macam jenis pakaian dan gerak-geriknya.
Tarian itu merupakan nilai ekstrinsik, sedangkan pesan yang ingin disampaikan oleh tarian itu ialah kebaikan melawan kejahatan merupakan nilai instrinsik.

C. Kontemplasi dan Ekstansi
Kontemplasi adalah dasar dalam diri manusia untuk menciptakan sesuatu yang indah. Ekstansi adalah dasar dalam diri manusia untuk menyatakan, merasakan dan menikmati sesuatu yang indah. Apabila kedua dasar ini dihubungkan dengan bentuk di luar diri manusia, maka akan terjadi penilaian bahwa sesuatu itu indah. Apabila kontemplasi dan ekstansi itu dihubungkan dengan kreativitas, maka kontemplasi itu faktor pendorong untuk menciptakan keindahan, sedangkan ekstansi itu merupakan faktor pendorong utuk merasakan, menikmati keindahan. Bagi scorang seniman selera seni lebih dominan dibandingkan dengan orang bukan seniman. Bagi orang bukan seniman mungkin faktor ekstansi lebih menonjol. Jadi, ia lebih suka menikmati karya seni daripada menciptakan karya seni. Dengan kata lain, ia hanya mampu menikmati keindahan tetapi. tidak mampu menciptakan keindahan.

 II. Renungan
Renungan berasal dari kata renung; artinya diam-diam memikirkan sesuatu, atau memikirkan sesuatu dengan dalam-dalam. Renungan adalah hasil merenung. Dalam merenung untuk menciptakan seni ada beberapa teori. Teori-teori itu ialah : teori pengungkapan, teori metafisik dan teori psikologik.

(a). TEORI PENGUNGKAPAN
Dalil dari teori ini ialah bahwa “Art is an expression of human feeling” ( seni adalah suatu pengungkapan dari perasaan manusia ). Teori ini terutama bertalian dengan apa yang dialami oleh seorang seniman ketika menciptakan suatu karya seni.
Tokoh teori ekspresi yang paling terkenal ialah filsuf Italia Benedeto Croce (1886-1952) dengan karyanya yang telah diterjemahkan kedalam bahasa Inggris “aesthetic as Science of Expresion and General Linguistic”. Seorang tokoh lainnya dari teori pengungkapan adalah Leo Tolstoi dia menegaskan bahwa kegiatan seni adalah memunculkan dalam diri sendiri suatu perasaan yang seseorang telah mengalaminya dan setelah memunculkan itu kemudian dengan perantaraan pelbagai gerak, garis, wama, suar dan bentuk yang diungkapkan dalam kata-kata mernindahkan perasaan itu sehingga orang-orang mengalami perasaan yang sama.

(b).TEORI METAFISIK
Teori seni yang bercorak metafisis merupakan salah satu teori yang tertua, yakni berasal dari Plato yang karya-karya tulisannya untuk sebagian membahas estetik filsafati, konsepsi keindahan dan teori seni. Mengenai sumber seni Plato mengemukakan suatu teori peniruan (imitation theory).

(c). TEORI PSIKOLOGIS
Teori-teori metafisis dari para filsuf yang bergerak diatas taraf manusiawi dengan konsepsi-konsepsi tentang ide tertinggi atau kehendak semesta umumnya tidak memuaskan, karena terlampau abstrak dan spekulatif. Sebagian ahli estetik dalam abad modem menelaah teori-teori seni dari sudut hubungan karya seni dan alam pikiran penciptanya dengan mempergunakan metode-metode psikologis. Misalnya berdasaikan psikoanalisa dikemukakan teori bahwa proses penciptaan seni adalah pemenuhan keinginan-keinginan bawah sadar dari seseorang seniman.
 
III. Keserasian
Keserasian berasal dari kata serasi dan dari kata dasar rasi, artinya cocok, kena benar, dan sesuai benar. Kata cocok, kena dan sesuai itu mengandung unsur perpaduan, pertentangan, ukuran dan seimbang.

(a). TEORI OBYEKTIF DAN TEORI SUBYEKTIF
Teori obyektif berpendapat, bahwa keindahan atau ciri-ciri yang mencipta nilai estetik adalah sifat (kualita) yang memang telah melekat pada bentuk indah yang bersangkutan, terlepas dari orang yang mengamatinya. Teori subyektif, menyatakan bahwa ciri-ciri yang menciptakan keindahan suatu benda itu tidak ada, yang ada hanya perasaan dalam diri seseorang yang mengamati sesuatu benda. Adanya keindahan semata-mata tergantung pada pencerapan dari si pengamat itu. Yang tergolong teori subyektif ialah yang memandang keindahan dalam suatu hubungan di antara suatu benda dengan alam pikiran seseorang yang mengamatinya seperti misalnya yang berupa menyukai atau menikmati benda itu.

(b) TEORI PERIMBANGAN
Teori obyektif memandang keindahan sebagai suatu kwalita dari benda-benda: Kwalita bagaimana yang menyebabkan sesuatu benda disebut indah telah dijawab oleh bangsa Yunani Kuno dengan teori perimbangan yang bertahan sejak abab 5 sebelum Masehi sampai abab 17 di Empa. Sebagai contoh bangunan arsitektur Yunani Kuno yang berupa banyak tiang besar.

Teori perimbangan tentang keindahan dari bangsa Yunani Kuno dulu dipahami pula dalam arti yang lebih terbatas, yakni secara kualitatif yang diungkapkan dengan angka-angka. Keindahan dianggap sebagai kualita dari benda-benda yang disusun (yakni mempunyai bagian-bagian). Bangsa Yunani menemukan bahwa hubungan-hubungan matematik yang cermat sebagaimana terdapat dalam ilmu ukur dan berbagai pengukuran proporsi ternyata dapat diwujudkan dalam benda-benda bersusun yang indah.

Teori perimbangan berlaku dari abad ke-5 sebelum masehi sampai abad ke 17 masehi selama 22 abad. Teori tersebut runtuh karena desakan dari filsafat empirisme dan aliran-aliran termasuk dalam seni. Bagi mereka keindahan hanyalah kesan yang subyektif sifatnya.
Keindahan hanya ada pada pikiran orang yang menerangkannya dan setiap pikiran melihat suatu keindahan yang berbeda-benda. Para seniman romantik umumnya berpendapat bahwa keindahan sesungguhnya tercipta dan tidak adanya keteraturan, yakni tersusun dari daya hidup, penggambaran, pelimpahan dan pengungkapan perasaan. Karena itu tidak mungkin disusun teori umum tentang keindahan.

Sumber : 
http://hadi27.wordpress.com/rangkuman-manusia-dan-keindahan-serta-manusia-dan-penderitaan/
Widyo Nugroho dan Achmad Muchji .1996. Ilmu Budaya Dasar. Jakarta : Gunadarma
 



18 Maret 2012

Manusia dan Cinta Kasih



Pengertian Cinta dan Kasih
Menurut kamus umum bahasa Indonesia karya W.J.S. Poerwadarminta, cinta adalahrasa sangat suka (kepada) atau (rasa) sayang (kepada), ataupun (rasa) sangat kasih atausangat tertarik hatinya. Sedangkan kata kasih artinya perasaan sayang atau cinta kepada ataumenaruh belas kasihan. Dengan demikian arti cinta dan kasih hampir bersamaan, sehinggakata kasih memperkuat rasa cinta. Karena itu cinta kasih dapat diartikan sebagai perasaansuka (sayang) kepada seseorang yang disertai dengan menaruh belas kasihan.

Cinta selalu menyatakan unsur-unsur dasar tertentu, yaitu pengasuhan, tanggung jawab, perhatian dan pengenalan. Pada pengasuhan contoh yang paling menonjol adalah cinta seorang ibu pada anaknya; bagaimana seorang ibu dengan rasa cinta kasihnya mangasuhanaknya dengan sepenuh hati. Sedang dengan tanggung jawab dalam arti benar adalah sesuatutindakan yang sama sekali suka rela yang dalam kasus hubtmgan ibu dan anak bayinya menunjukkan penyelenggaraan atas hubungan fisik. Unsur yang ketiga adalah perhatian yang berarti memperhatikan bahwa pribadi lain itu hendaknya berkembang dan membukadiri sebagaimana adanya. Yang ke empat adalah pengenalan yang merupakan keinginan untukmengetahui rahasia manusia. Dengan ke empat unsur tersebut, yaitu pengasuhan, tanggrmgjawab, perhatian dan pengenalan, suatu cinta dapat dibina secara lebih baik.

Pengertian tentang cinta dikemukanakn juga oleh Dr Sarlito W. Sarwono. Dikatakamiya bahwa cinta memilikki tiga unsur yaitu keterikatan, keintiman, dan kemesraan. Yang dimaksud dengan keterikatan adalah adanya perasaan untuk hanya bersama dia, segala prioritasuntuk dia, tidak mau pergi dengan orang lain kecuali dengan dia. Kalau janji dengan dia harusditepati, ada uang sedikit beli oleh-oleh untuk dia. Unsur yang kedua adalah keintiman, yaituadanya kebiasaan-kebiasaan dan tingkah laku yang menunjukkan bahwa antara anda dengandia sudah tidak ada jarak lagi. Unsur yang ketiga adalahkemesraan, yaitu adanya rasa ingin membelai atau dibelai, rasa kangen kalau jauh atau lamatidak bertemu, adanya ucapan-ucapan yang mengungkapkan rasa sayang, dan seterusnya .Untuk lebih jelasnya perhatikan gambar berikut yang menunjukkan segitiga cinta.

Cinta Menurut Ajaran Agama
1. Cinta kepada sesama manusia
Agar manusia dapat hidup dengan penuh keserasian dan kehamionisan dengan manusialainnya, tidak boleh tidak ia harus membatasi cintanya pada diri sendiri dan egoismenya. Punhendaknya ia menyeimbangkan cintanya itu dengan cinta dan kasih sayang pada orang-oranglain. bekerja sarna dengan dan memberi bantuan kepada orang lain.

2.Cinta Seksual
Cinta erat kaitannya dengan dorongan seksual. Sebab ialah yang bekerja dalammelestarikan kasih sayang, keserasian. dan kerjasama antara suami dan istri. la merupakanfaktor yang primer bagi kelangsungan hidup keluarga.

3. Cinta kebapakan
Mengingat bahwa antara ayah dengan anak-anaknya tidak terjalin oleh ikatan-ikatanfisiologis seperti yang menghubtmgkan si ibu dengan anak-anaknya. maka para ahli ilmu jiwamodem berpendapat bahwa dorongan kebapakan bukanlah dorongan fisiologis seperti halnyadorongan keibuan, melainkan dorongan psikis.

4.Cinta kepada Allah
Puncak cinta manusia, yang paling bening, jemih dan spiritual ialah cintanya kepadaAllah dan kerinduannya kepada-Nya. Tidak hanya dalam shalat, pujian, dan doanya saja tetapi juga dalam semua tindakan dan tingkah lakunya. Semua tingkah laku dan tindakannyaditujukan kepada Allah. mengharapkan penerimaan dan ridha-Nya.

5.Cinta kepada Rasul
Cinta kepada rasul. yang diutus Allah sebagai rahmah bagi seluruh alam semesta,menduduki peringkat ke dua setelah cinta kepada Allah. Ini karena Rasul merupakan ideal sempuma bagi manusia baik dalam tingkah laku, moral, maupun berbagai sifat luhur lairmya. Seorang mukmin yang benar-benar beriman dengan sepenuh hati akan mencintai Rasulullahyang telah menanggung derita dakwah Islam, berjuang dengan penuh segala kesulitan sehinggaIslam tersebar di seluruh penjuru dunia. dan membawa kemanusiaan dan' kekelaman kesesatanmenuju cahaya petunjuk.

Kasih Sayang
Pengertian kasih sayang menurut kamus umum bahasa indonesia karanganW.J.S.Poerwadamiinta adalah perasaan sayang, perasaan cinta atau perasaan suka kepada seseorang.

Orang tua dalam memberikan kasih sayangnya bermacam-macam demikian pula sebaliknya. Daricara pemberian cinta kasih ini dapat dibedakan :
(1) Orang tua bersifat aktif, si anak bersifat pasif.
Dalam hal ini orang tua memberikan kasih sayang terhadap anaknya baik berupamoral-materiil dengan sebanyak-banyaknya, dan si anak menerima saja, mengiyakan, tanpamemberikan respon. Hal ini menyebabkan si anak menjadi takut, kurang berani dalammasyarakat, tidak berani menyatakan pendapat, minder, sehingga si anak tidak mampu berdirisendiri di dalam masyarakat.

2) Orang tua bersifat pasif, si anak bersifat aktif.
Dalam hal ini si anak berlebih-lebihan memberikan kasih sayang terhadap orang tuanya,kasih sayang ini diberikan secara sepihak, orang tua mendiamkan saja tingkah laku si anak,tidak memberikan perhatian apa yang diperbuat si anak.

(3) Orang tua bersifat pasif, si anak bersifat pasif.
Di sini jelas bahwa masing-masing membawa hidupnya, tingkah lakunya sendiri-sendiri,tanpa saling memperhatikan. Kehidupan keluarga sangat dingin, tidak ada kasih sayang,masing-masing membawa caranya sendiri, tidak ada tegur sapa jika tidak perlu. orang tuahanya memenuhi dalam bidang materi saja.

(4) Orang tua bersifat aktif, si anak bersifat aktif
Dalam hal ini orang tua dan anak saling memberikan kasih sayang dengansebanyak-banyaknya. Sehingga hubungan antara orang tua dan anak sangat intim dan mesra,saling mencintai, saling menghargai, saling membutuhkan.

Kemesraan
Kemesraan berasal dari kata dasar mesra. yang artinya perasaan simpati yang akrab.Kemesraan ialah hubungan yang akrab baik antara pria wanita yang sedang dimabuk asmara maupun yang sudah berumah tangga. Kemesraan .pada dasarnya merupakan perwujudan kasih sayang yang mendalam.

Pemujaan
Pemujaan adalah salah satu manifestasi cinta manusia kepada Tuhannya yangdiwujudkan dalam bentuk komunikasi ritual. Kecintaan manusia kepada Tuhan tidak dapatdipisahkan dari kehidupan manusia. Hal ini ialah karena pemujaan kepada Tuhan adalah inti,nilai dan makna kehidupan yang sebenamya.

Belas Kasihan
Dalam surat Yohanes dijelaskan ada tiga macam cinta. Cinta agape ialah cinta manusiakepada Tuhan. Cinta Philia ialah cinta kepada ibu bapak (orang tua) dan saudara. dam ketigacinta Amor/eros ialah cinta antara pria dan wanita. Beda antara cinta eros dan amor ini ialahcinta eros karena kodrati sebagai laki-laki dan perempuan. sedangkan cinta amor karenaunsur-unsur yang sulit dinanar. misalnya gadis nomial yang cantik mencintai dan mau dinikahiseorang pemuda yang kerdil. Disamping itu masih ada cinta lagi yaitu cinta terhadap sesama. Cinta terhadap sesamamerupakan perpaduan antara cinta agape dan cinta philia. Cinta sesama ini diberikan istilah belas kasihan untuk membedakan antara cinta kepadaorang tua, pria-wanita. cinta kepada Tuhan
.
Dalam esai on love ada pengertian bahwa cinta adalah rasa persatuan tanpa syarat. Ituberani dalam rasa belas kasihan tidak terkandung unsur pamrih.

Cara menumpahkan belas kasih :
Dalam kehidupan banyak sekali yang harus kita kasihani dan banyak cara kita menumpahkan belas kasihan. yang perlu kita kasihmu antara lain: yatim piatu. orang- orang jompo yang tidak mempunyai ahli waris. pengemis yang benar-benar tidak mampu bekerja. orang sakit di rumah sakit. orang cacat. masyarakat kita yang hidup menderita dan sebaginya. Orang-orang itu umunya menderita lahir dan batin dan umumnya sedikit tangan yang menaruhbelas kasihan. Berbagai macam cara orang memberikan belas kasihan bergantung kepada situasi dankondisi. Ada yang memberikan uang. ada yang memberikan batang. ada yang memberikanpakaian. makanan dan sebagainya.

Cinta Kasih Erotis
Cinta kasih kesaudaraan merupakan cinta kasih antar orang-orang yang sama-samasebanding. sedangkan cinta kasih ibu menrpakan cinta kasih terhadap orang-orang yanglemah tanpa daya. Walaupun terdapat perbedaan besar antara kedua jenis tersebut. kedua-duanyamempunyai kesamaan bahwa pada hakekatnya cinta ksih tidak terbatas kepada seseorang saja.
Pertama-tama cinta kasih erotis kerap kali dicampurbaurkan dengan pengalaman yangeksplosif benrpa jatuh cinta. yaitu keruntuhan tiba-tiba tembok yang sampai waktu itu terdapatdiantara dua orang yang asing satu sama lain. Tetapi seperti yang telah dikatakan terlebihdahulu. pengalaman intimitas. kemesraan yang tiba-tiba ini pada hakekatnya hanyalah sementarasaja.

Daftar Pustaka : Widyo Nugroho dan Achmad Muchji .1996. Ilmu Budaya Dasar. Jakarta : Gunadarma


















Pendekatan Kesusastraan

IBD, yang semula dinamakan Basic Humanities, berasal dari bahasa Inggris the humanities. Istilah ini berasal dari bahasa latin Humanus, yang berarti manusiawi, berbudaya, dan halus. Dengan mempelajari the humanities orang akan menjadi lebih manusiawi, lebih berbudaya dan lebih halus. Jadi the humanities berkaitan dengan masalah nilai, yaitu nilai kita sebagai homo humanus.

Untuk menjadi homo humanus, manusia harus mempelajari ilmu, yaitu the humanities, disamping tanggung jawabnya yang lain. Apa yang dimasukkan kedalam the humanities masih dapat diperdebatkan, dan kadang-kadang disesuaikan dengan keadaan dan waktu. Pada umunmya the humanities mencakup filsafat, teologi, seni dan cabang-cabangnya tennasuk sastra, sejarah, cerita rakyat, clan. sebaginya. Pada pokoknya semua mempelajari masalah manusia dan budaya. Karena itu ada yang menterjemahkan the humanities menjadi ilmu-ilmu kemanusiaan, ada juga yang menterjemahkan menjadi pengetahuan budaya.

Karena seni adalah ekspresi yang sifatnya tidak normatif, seni lebih mudah berkomunikasi. Karena tidak normatif, nilai-nilai yang disampaikannya lebih fleksibel, baik isinya maupun cara penyampaiannya.
Hampir disetiap jaman, sastra mempunyai peranan yang lebih penting. Alasan pertama, karena sastra mempergunakan bahasa. Sementara itu, bahasa mempunyai kemampuan untuk menampung hampir semua pemyataan kegiatan manusia. Dalam usahanya untuk memahami dirinya sendiri, yang kemudian melahirkan filsafat, manusia mempergunakan bahasa. Dalam usahanya untuk memahami alam semesta, yang kemudian melahirkan ilmu pengetahuan, manusia mempergunakan bahasa. Dalam usahanya untuk mengatur hubungan antara sesamanya yang kemudian melahirkan ilmu-ilmu sosial, manusia mempergunakan bahasa. Dengan demikian, manusia dan bahasa pada haketnya adalah satu. Kenyataan inilah mempermudah sastra untuk berkomunikasi.

Sastra juga lebih mudah berkomunikasi, karena pada hakekatnya karya sastra adalah penjabaran abstraksi. Sementara itu filsafat, yang juga mempergunakan bahasa, adalah abstraksi. Cinta kasih, kebahagian, kebebasan, dan lainnya yang digarap oleh filsafat adalah abstrak. Sifat abstrak inilah yang menyebabkan filsafat kurang berkomunikasi.

Karena seni memegang peranan penting, maka seniman sebagai pencipta karya seni juga penting, meskipun yang lebih penting adalah karyanya. Seniman adalah media penyampai nilai-nilai kemanusiaan. Kepekaannya menyebabkan dia mampu menangkap hal yang lepas dart pengamatan orang lain.

IBD adalah salah satu mata kuliah yang diberikan dalam satu semester, sebagai bagian dart MKDU. IBD tidak dimaksudkan untuk mendidik ahti-ahli dalam salah satu bidang keahlian yang tennasuk didalam pengetahuan budaya ( The Humanities ), Akan tetapi IBD semata-mata sebagai salah satu usaha mengembangkan kepribadian mahasiswa dengan cara memperluas wawasan pemikiran serta kemampuan kritikalnya terhadap nilai-nilai budaya. Pada waktu menggunakan karya sastra, misalnya. Mahasiswa tidak perlu mengetahui sejarah sastra, teori sastra, kritik sastra, dan sebaginya. Memang seperti cabang-cabang the humanities lainnya, dalam Ilmu Budaya Dasar sastra tidak diajatkan sebagai salah satu disiplin ilmu. Sastra disini digunakan sebagai alat untuk membahas masalah-masalah kemanusiaan yang dapat membantu mahasiswa untuk menjadi lebih humanus. Demikian juga filsafat, musik, seni rupa, dan sebagainya.
Orientasi the Humanities adalah ilmu : dengan mempelajari satu atau sebagian dart disiplin ilmu yang tercakup dalam the humanities, mahasiswa diharapkan dapat menjadi homo humanus yang lebih baik.

Ilmu Budaya Dasar yang Dihubungkan dengan Prosa
Istilah prosa banyak padanarmya. Kadang-kadang disebut narrative fiction, prose fictionatau hanya fiction saja Dalam bahasa Indonesia istilah tadi sering diterjemahkan menjadi cerita rekaan dan didefinisikan sebagai bentuk cerita atau prosa kisahan yang mempunyaipemeran. lakuan, peristiwa dan alur yang dihasilkan oleh daya khayal atau imajinasi. Istilah cerita rekaan umumnya dipakai untuk roman, atau novel, atau cerita pendek.

Dalam kesusastraan Indonesia kita mengenal jenis prosa lama dan prosa baru :
Prosa lama meliputi :
· Dongeng: Cerita yang tidak benar-benar terjadi.
· Hikayat: Cerita yang sulit diterima akal,merupakan cerita rekaan, namun memiliki Pesan dan amanat bagi pembacanya.
· Sejarah: Kejadian masa lampau yang benar-benar terjadi atau riwayat asal-usul.

Prosa baru Meliputi :
· Kisah: Satuan naratif yang seringkali dibedakan dari cerita.
· Cerpen: Suatu bentuk prosa naratif fiktif, cenderung padat dan langsung pada tujuannya,
· Novel: Karya fiksi prosa yang tertulis dan naratif, biasanya berbentuk cerita.
· Biografi: Kisah atau keterangan tentang kehidupan seseorang.
· Otobiografi: Biografi yang ditulis oleh subyeknya

Nilai-nilai Dalam Prosa Fiksi
Prosa fiksi dalah prosa yang mempunyai nilai-nilai yang diperoleh pembaca lewat sastra. Adapun nilai-nilai yangdiperoleh pembaca lewat sastra antara lain :
1.Prosa fiksi memberikan kesenangan
Keistimewaan kesenangan yang diperoleh dari membaca fiksi adalah pembaca mendapatkan pengalaman sebagairrrana mengalaminya sendiri peristiwa itu peristiwa ataukejadian yang dikisahkan.

2. Prosa fiksi memberikan informasi
Fiksi memberikan sejenis infonnasi yang tidak terdapat di dalam ensiklopedi. Dalamnovel sering kita dapat belajar sesuatu yang lebilr daripada sejarah atau laporan jumalistiktentang kehidupan masa kini, kehidupan masa lalu, bahkan juga kehidupan yang akan datangatau kehidupan yang asing sama sekali.

3. Prosa fiksi memberikan warisan kultural
Prosa fiksi dapat menstimuli imaginasi, dan merupakan sarana bagi pemindahan yangtak henti-hentinya dari warisan budaya bangsa.

4. Prosa memberikan keseimbangan wawasan
Lewat prosa fiksi seseorang dapat menilai kehidupan berdasarkan pengalaman-pengalaman dengan banyak individu. Fiksi juga memungkinkan labih banyak kesempatanuntuk memilih respon-respon emosional atau rangsangan aksi yang mungkin sangat berbeda daripada apa yang disajikan dalam kehidupan sendiri.

Karya sastra dapat dibagi menjadi dua; Karya sastra yangmenyuarakan aspirasi jamannya, dan karya sastra yang menyuarakan gejolak jamannya. Adajuga yang tentunya menyuarakan kedua-duanya.

Karya sastra yang menyuarakan aspirasi jamannya mengajak pembaca untuk mengikutiapa yang dikehendaki jamannya. Kebanyakan karya sastra Indoensia di jaman Jepang yangdikelompokkan kedalam kelompok ini
.
Karya sastra yang menyuarakan gejolak jamannya, biasanya tidak mengajak pembaca untuk melakukan sesuatu, akan tetapi untuk merenung. Kedua macam karya sastra itu selalu menyampaikan masalah. Masalah ini disampaikandengan jalan menyajikan interaksi tokoh-tokohnya. Masing-masing tokoh mempunyaitemperamen, pendirian, dan kemauan yang berbeda-beda.

Ilmu Budaya Dasar yang dihubungkan dengan Puisi
Puisi adalah ekspresi pengalaman jiwa penyair mengenal kehidupan manusia, alam, dan Tuhan melalui media bahasa yang artistic/esthetic, yang secara padu dan utuh dipadatkan kata – katanya.

Kepuitisan, keartistikan atau keestetikan bahasa puisi disebabkan oleh kreativitas penyair dalam membangun puisinya dengan menggimakan :
1. Figura bahasa ( figurative language ) seperti gaya personifikasi, metafora, perbandingan,alegori, dsb sehingga puisi menjadi segar, hidup, menarik dan memberi kejelasan gambaran angan.

2. Kata-kata yang ambiquitas yaitu kata-kata yang bermakna ganda, banyak tafsir.

 3. Kata-kata berjiwa yaitu kata-kata yang sudah diberi suasana tertentu, berisi perasaan dan pengalaman jiwa penyair sehingga terasa hidup dan memukau.

4. Kata-kata yang konotatif yaitu kata-kata yang sudah diberi tambahan nilai-nilai rasa dan asosiasi-asosiasi tertentu.

5. Pengulangan, yang berfungsi untuk mengintensiflcan hal-hal yang dilukiskan, sehingga lebih menggugah hati.

Adapun alasan-alasan yang mendasari penyajian puisi pada perkuliahan Ilmu BudayaDasar adalah sebagai berikut :
l. Hubungan puisi dengan pengalaman hidup manusia
Perekaman dan penyampaian pengalaman dalam sastra puisi disebut “pengalamanperwakilan”. Ini berarti bahwa manusia senantiasa ingin memiliki salah satu kebutuhan dasamyauntuk lebih menghidupkan pengalaman hidupnya dari sekedar kumpulan pengalaman langsung yang terbatas.

2. Puisi dan keinsyafan/kesadaran individual.
 Dengan membaca puisi mahasiswa dapat diajak untuk dapat menjenguk hati/pikiranmanusia, baik orang lain maupun diri sendiri, karena melalui puisinya sang penyairmentmjukkan kepada pembaca bagian dalam hati manusia, ia menjelaskan pengalaman setiap orang.

3. Puisi dan keinsyafan sosial
Puisi juga memberikan kepada manusia tentang pengetahuan manusia sebagai mahluksosial, yang terlibat dalam isue dan problem sosial. Secara imaginatif puisi dapat menafsirkansituasi dasar manusia sosial yang bisa berupa :
- penderitaan atas ketidak adilan
- perjuangan untuk kekuasaan
- konflik dengan sesamanya
- pemberontakan terhadap hukum Tuhan.
Daftar Pustaka : Widyo Nugroho dan Achmad Muchji .1996. Ilmu Budaya Dasar. Jakarta : Gunadarma

2.1 Manusia

Manusia di alam dunia ini memegang peranan yang unik, dan dapat dipandang daribanyak segi. Dalam ilmu eksakta, manusia dipandang sebagai kumpulan dari partikel-partikelatom yang membentuk jaringan-jaringan sistem yang dimiliki oleh manusia (ilmu kimia).manusia merupakan kumpulan dari berbagai sistem fisik yang saling terkait satu sarna laindan mempakan kumpulan dari energi (ilmu Fisika). manusia merupakan mahluk biologisyang yang tergolong dalam golongan mahluk mamalia (biologi). Dalam ilrnu-ilrnu sosial,manusia merupakan mahluk yang ingin memperoleh keuntungan atau selalu memperhitungkan setiap kegiatan, sering disebut homo economicus (ilmu ekonomi), manusia merupakan mahluk sosial yang tidak dapat berdiri sendiri (sosiologi), mahluk yang selalu ingin mempunyai kekuasaan (politik), mahluk yang berbudaya, sering disebut homo-humanus (filsafat), danlain sebagainya

2.2 Hakekat Manusia
a. Mahluk ciptaan Tuhan yang terdiri dari tubuh dan jiwa sebagai satu kesatuan yang utuh.
Tubuh adalah materi yang dapat dilihat, diraba, dirasa, wujudnya konkrit tetapi tidakabadi. Jika manusia itu meninggal, tubuhnya hancur dan lenyap. Jiwa terdapat didalam tubuh,tidak dapat dilihat, tidak dapat diraba, sifatnya abstrak tetapi abadi. jika manusia meninggal,jiwa lepas dari tubuh dan kembali ke asalnya yaitu Tuhan, dan jiwa tidak mengalamikehancuran. Jiwa adalah roh yang ada di dalam tubuh manusia sebagai penggerak dan surnberkehidupan.

b. Mahluk ciptaan Tuhan yang paling sempuma, jika dibandingkan dengan mahluk lainnya.
Kesempumaarmya terletak pada adab dan budayanya, karena manusia dilengkapi olehpenciptanya dengan akal, perasaan, dan kehendak yang terdapat didalam jiwa manusia. Denganakal (ratio) manusia mampu menciptakan ilrnu pengetahuan dan teknologi. Adanya nilai baikdan buruk, mengharuskan manusia mampu mempertimbangkan, menilai dan berkehendakmenciptakan kebenaran, keindahan, kebaikan atau sebaliknya
Daya rasa (perasaan) dalam diri manusiaitu ada dua macam, yaitu perasaan inderawi dan perasaan rohani. Perasaan inderawi adalah rangsangan jasmani melalui pancaindra, tingkatnya rendah dan terdapat pada manusia atau binatang. Perasaan rohani adalah perasaan luhur yang hanya terdapat pada manusia

c. Mahluk biokultural, yaitu mahluk hayati yang budayawi
Manusia adalah produk dari saling tindak atau interaksi faktor-faktor hayati danbudayawi. Sebagai mahluk hayati, manusia dapat dipelajari dari segi-segi anatomi, fisiologiatau faal. biokimia, psikobiologi, patologi, genetika, biodemografi, evolusi biologisnya, dansebagainya. Sebagai mahluk budayawi manusia dapat dipelajari dari segi - segi :kemasayarakatan. kekerabatan. psikologi sosial, kesenian. ekonomi. perkakas, bahasa, dan sebagainya.

d.Mahluk ciptaan Tuhan yang terikat dengan lingkungan (ekologi), mempunyai 'kualitas dan martabat karena kemampuan bekerja dan berkarya
Soren Kienkegaard seorang filsuf Denmark pelopor ajaran “eksistensialisme” memandangmanusia dalam konteks kehidupan konkrit adalah mahluk alamiah yang terikat denganlingkungarmya (ekologi), memiliki sifat-sifat alamiah dan ttmduk pada hukum alamiah pula. Hidup manusia mempunyai tiga taraf, yaitu estetis, etis dan religius. Dengan kehidupanestetis, manusia mampu menangkap dunia sekitarnya sebagai dunia yang mengagumkan danmengungkapkan kembali (karya) dalam lukisan, tarian, nyanyian yang indah. Dengan etis,manusia meningkatkan kehidupan estetis ke dalam tingkatan manusiawi dalam bentuk-bentuk  keputusan bebas dan dipertanggungjawabkan. Dengan kehidupan religius, manusia menghayatipertemuarmya dengan Tuhan.

2.3 Kepribadian Bangsa Timur
Francis L.K Hsu. sarjana Amerika keturunan Cina yang mengkombinasikan dalamdirinya keahlian di dalam ilmu antropologi. ilmu psikologi, ilmu lilsafat dan kesusastraancina klasik. Karya tulisnya berjudul Psychological Honteostatis Cina Klasik. Majalah AmericanAnthropologist, jilid 73 tahun 1971, halaman 23-24.

Untuk menghindari pendekatan terhadap jiwa manusia itu, hanya sebagai subyek yangerkandung dalam batas individu yang terisolasi, maka Hsu telah mengembangkan suatukonsepsi, bahwa dalam jiwa manusia sebagai mahluk sosial budaya itu mengandung delapandaerah yang seolah-olah seperti lingkaran-lingkaran konsentris sekitar diri pribadi.
Nomor 7 dan nomor 6 disebut daerah tak sadar dan sub sadar. Kedua lingkaran ituberada di daerah pedalaman dari alam jiwa individu dan terdiri dan' bahan pikiran dangagasan yang telah terdesak ke dalam. sehingga tidak disadari lagi oleh individu yangbersangkutan.

Nomor 5 disebut kesadaran yang tak dinyatakan ( unexpressed conscious ) . Lingkaranitu terdiri dari pikiran-pikiran dan gagasan-gagasan yang disadari oleh si individu yangbersangkutan, tetapi disimpannya saja di dalam alam jiwanya sendiri dan tak dinyatakankepada siapapun juga dalam lingkungannya.

Nomor 4 disebut kesadaran yang dinyatakan ( expressed Conscious ). Lingkaran inidi dalam alam jiwa manusia mengandung pikiran-pikiran, gagasan-gagasan. danperasaan-perasaan yang dapat dinyatakan secara terbuka oleh si individu kepada sesamanya.yang dengan mudah diterima dan dijawab oleh sesamanya. Simpati. kemarahan. kebencian.rasa puas, rasa senang, kegembiraan, rasa terimakasih, konsep-konsep tentang tata cara hidupsehari-hari, pengetahuan yang dipahami juga oleh umum, adat istiadat sehari-hari.peraturan-peraturan, sopan santun, dan sebagainya yang dikenal semua orang, menjadi bahan aktivitas berpikir dan pencetusan emosi manusia dari waktu ke waktu.

Nomor 3 disebut lingkaran hubungan karib. mengandung konsepsi tentang orang-orang. binatang-binatang, atau benda-bnda yang oleh si individu diajak bergaul secara mesra dankarib. yang bisa dipakai sebagai tempat berlindung dan tempat mencurahkan isi hati apabilaia sedang terkena tekanan batin atau dikejar-kejar oleh kesedihan dan oleh masalah-niasalahhidup yang menyulitkan.

Nomor 2 disebut lingkungan hubungan berguna. tidak lagi ditandai oleh sikap sayangdan mesra, melainkan ditentukan oleh fungsi kegunaan dari orang, binatang atau benda-bendaitu bagi dirinya. Bagi seorang murid, guru berada didaerah lingkungan 2 dari alam pikirarmya:bagi seorang pedagang. para pembelinya ada di situ; bagi seorang tukang cukur.langganannyalah berada di situ dan sebagainya.

Nomor 1 disebut lingkaran hubungan jauh, terdiri dari pikiran dan sikap dalam alamjiwa manusia tentang manusia. benda-benda, alat-alat. pengetahuan dan adat yang ada dalamkebudayaan dan masyarakat sendiri, tetapi yang jarang sekali mempunyai arti dan pengaruhlangsung terhadap kehidupan sehari-hari.

Nomor 0 disebut lingkungan dunia luar, terdiri dari pikiran-pikiran dananggapan-anggapan yang hampir sama dengan pikiran yang terletak dalam lingkungan nomorl. hanya bedanya terdiri dari pikiran-pikiran dan anggapan-anggapan tentang orang dan halyang terletak di luar masyarakat dan negara Indonesia, dan ditanggapi oleh individubersangkutan dengan sikap masa bodoh.

Menunrt Francis L.K.Hsu, mahluk manusia masih memerlukan suatu daerah isi jiwa tambahan untuk memuaskan suatu kebutuhan rohaniah yang bersifat fundamental dalamhidup manusia. Daerah isi jiwa tambahan terhadap lingkaran-lingkaran 7,6,5 dan 4 yangmenggambarkan kepribadian manusia tadi adalah daerah lingkaran 3. hubungan yangberdasarkan cinta dan kemesraan dan juga rasa untuk bisa berbakti secara penuh dan mutlak,merupakan suatu kebutuhan fundamental dalam hidup manusia.

2.4 Pengertian Kebudayaan
Kebudayaan jika dikaji dari asal kata bahasa Sansekerta berasal dan' kata budhayahyang berarti budi atau akal. Dalam bahasa latin, kebudayaan berasal dari kata colere, yangberarti mengolah tanah. jadi kebudayaan secara umum dapat diartikan sebagai “segala sesuatuyang dihasilkan oleh akal budi (pikiran) manusia dengan tujuan untuk mengolah tanah atautempat tinggalnya; atau dapat pula diartikan segala usaha manusia untuk dapat melangsungkandan mempertahankan hidupnya di dalam lingkungarmya Budaya dapat pula diartikan sebagaihimpunan pengalaman yang dipelajari, mengacu pada pola-pola perilaku yang ditularkansecara sosial, yang merupakan kekhususan kelompok sosial tertentu (Keesing, jilid I, 1989; hal 68).

2.5 Unsur-unsur kebudayaan
C.Kluckhohn di dalam karyanya berjudul Universal Categories ofCulturemengemukakan, bahwa ada tujuh unsur kebudayaan universaLyaitu :

l. Sistem Religi (sistem kepercayaan). Merupakan produk manusia sebagai homo religieus. Manusia yang memilikikecerdasan pikiran dan perasaan luhur, tanggap bahwa di atas kekuatan dirinya terdapatkekuatan lain yang maha besar.

2. Sistem organisasi kemasyarakatan. Merupakan produk dari manusia sebagai homo socius. Manusia sadar bahwa tubuhnyalemah, namun memiliki akal, maka disusunlah organisasi kemasyarakatan dimana manusiabekerja sama untuk meningkatkan kesejahteraan hidupnya.

3. Sistem pengetahuan. Merupakan produk manusia sebagai homo sapiens. Pengetahuan dapat diperolehdari pemikiran sendiri, disamping itu didapat juga dari orang lain. Kemampuan manusiamengingat- ingat apa yang telah diketahui kemudian menyampaikannya kepada oranglain melalui bahasa, menyebabkan pengetahuan menyebar luas.

4. Sistem mata pencaharian hidup dan sistem-sistem ekonomi. Merupakan produk manusia sebagai homo economicus menjadikan tingkat kehidupanmanusia secara umum terus nieningkat.

5. Sistem Teknologi dan Peralatan. Merupakan produk dari manusia sebagai homo faber. Bersumber dari pemikirannya yang cerdas dan dibantu dengan tangannya yang dapat memegang sesuatu denganerat,manusia dapat membuat dan mempergtmakan alat.

6. Bahasa. Merupakan produk dari manusia sebagai homo longuens. Bahasa manusia padamulanya diwujudkan dalam bentuk tanda (kode) yang kemudian disempumakan dalambentuk bahasa lisan, dan akhimya menjadi bentuk bahasa tulisan.

7. Kesenian. Merupakan hasil dari manusia sebagai homo aesteticus. Setelah manusia dapatmencukupi kebutuhan fisiknya, maka dibutuhkan kebutuhan psikisnya untuk dipuaskan.
Masalah lain yang juga penting tentang kebudayaan adalah wujudnya. Pendapat umummengatakan, bahwa kebudayaan dapat dibedakan dalam dua bentuk wujudnya. Pertama,kebudayaan bendaniah (material) dengan ciri dapat dirasa saja. Kedua, kebudayaan rohaniah(spiritual) dengan ciri dapat dirasa saja.

2.6 Wujud Kebudayaan
Menurut dimensi wujudnya, kebudayaan mempunyai tiga wujud yaitu
1. Kompleks gagasan, konsep, dan pikiran manusia : Wujud ini disebut sistem budaya, sifatnya abstrak, tidak dapat dilihat, dan berpusat padakepala-kepala manusia yang menganutnya. atau dengan perkataan lain, dalam alam pikiranwarga masyarakat dimana kebudayaan bersangkutan hidup.

2. Kompleks aktivitas : Berupa aktivitas manusia yang saling berinteraksi, bersifat kongkret, dapat diamati ataudiobservasi. Wujud ini sering disebut sistem sosial. Sistem sosial ini terdiri daiiaktivitas-aktivitasmanusia-manusia yang berinteraksi, berhubungan, serta bergaul satu dengan yang lain daridetik ke detik, dari han' ke hari, dan dari tahun ke tahun, selalu menurut pola-pola tertentuyang berdasarkan adat tata kelakuan.

3. Wujud sebagai benda : Aktivitas manusia yang saling berinteraksi tidak lepas dari' berbagai penggunaan peralatansebagai hasil karya manusia untuk mencapai tujuannya. Aktivitas karya manusia tersebutmenghasilkan benda untuk berbagai keperluan hidupnya.
Ketiga wujud dari kebudayaan tadi. dalam kenyataan kehidupan masyarakat tak terpisahsatu sama lain. Kebudayaan ideal dan adat istiadat mengatur dan memberi arah kepadatindakan-tindakan dan karya manusia. Baik pikiran-pikiran dan ide-ide , maupun tindakandalam karya manusia. menghasilkan benda-benda kebudayaan fisiknya. Sebaliknya. kebudayaanfisik membentuk suatu lingkungan hidup tertentu yang makin laina makin menjauhkan manusiadari lingkungan alamialmya sehingga mempengaruhi pula pola-pola perbuatannya. bahkanjuga cara berpikirnya.

2.7 Orientasi Nilai Budaya
Menurut C.Kluckhohn dalamkaryanya Variations in Value Orientation (1961) sistem nilai budaya dalam semua kebudayaandi dunia, secara universal menyangkut lima masalah pokok kehidupan manusi, yaitu :
1.Hakekat hidup manusia ( MH ), Hakekat hidup untuk setiap kebudayaan berbeda secara ekstem; ada yang berusahauntuk memadamkan hidup, ada pula yang dengan pola-pola kelakuan tertentu menganggaphidup sebagai suatu hal yang baik, “mengisi hidup".

2. Hakekat karya manusia ( MK ), Setiap kebudayaan hakekatnya berbeda-beda, diantaranya ada yang beranggapan bahwakarya bertujuan untuk hidup. karya memberikan kedudukan atau kehormatan, karyamerupakan gerak hidup untuk menambah karya lagi.

3. Hakekat waktu manusia ( WM ),  Hakekat waktu untuk setiap kebudayaan berbeda; ada yang berpandangan mementinganorientasi masa larnpau, ada pula yang berpandangan untuk masa kini atau masa yangakan datang.

4. Hakekat alarn manusia ( MA ), Ada kebudayaan yang menganggap manusia harus mengeksploitasi alam ataumemanfaatkan alam semaksimal mungkin. ada pula kebudayaan yang beranggapanmanusia harus harmonis dengan alam dan manusia harus menyerah kepada alam.

5. Hakekat hubungan manusia ( MN ), Dalam hal ini ada yang mementingkan hubungan manusia dengan manusia, baik secarahorizontal (sesamanya) maupun secara vertikal (orientasi kepada tokoh-tokoh). Ada pula yang berpandangan individualistis ( menilai tinggi kekuatan sendiri ).

2.8 Perubahan Kebudayaan
Faktor yang mempengaruhi diterima atau tidaknya suatu unsur kebudayaan baru diantaranya :
1. Terbatasnya masyarakat memiliki hubungan atau kontak dengan kebudayaan dan dengan orang-orang yang berasal dan' luar masyarakat tersebut.

2. Jika pandangan hidup dan rrilai-nilai yang dominan dalam suatu kebudayaan ditentukanoleh rrilai-nilai agama, dan ajaran ini terjalin erat dalam keselunrhan pranata yang ada.maka penerimaan unsur baru itu mengalami hambatan dan harus disensor dulu olehberbagai ukuran yang berlandaskan ajaran agarna yang berlaku.

3. Corak struktur sosial suatu masyarakat turut menentukan proses penerimaan kebudayaan baru. Misalnya sistem otoriter akan sukar menerima unsur kebudayaan baru.

4. Suatu unsur kebudayaan diterima jika sebelumnya sudah ada unsur-unsur kebudayaan yang menjadi landasan bagi diterimanya unsur kebudayaan yang baru tersebut.

5. Apabila unsur yang baru itu memiliki skala kegiatan yang terbatas. dan dapat dengan mudah dibuktikan kegunaarmya oleh warga masyarakat yang bersangkutan.

 Terjadinya gerak / perubahan kebudayaan ini disebabkan oleh beberapa hal :
Sebab-sebab yang berasal dari dalam masyarakat dan kebudayaan sendiri, misalnya perubahan jumlah dan komposisi penduduk. Sebab-sebab perubahan lingkungan alam dan fisik tempat mereka hidup. Masyarakatyang hidupnya terbuka, yang berada dalam jalur-jalur hubungan dengan masyarakatdan kebudayaan lain. cenderung untuk berubah lebih cepat.

Perubahan ini, selain karena jumlah penduduk dan komposisinya, juga karena adanyadifusi kebudayaan, penemuan-penemuan baru. khususnya teknologi dan inovasi.

Perubahan sosial adalah segala penibahan pada lembaga-lembaga kemasyarakatan didalam suatu masyarakat, yang mempengaruhi sistem sosialnya, termasuk didalamnya rriali-nilai,sikap-sikap dan pola-pola perilaku di antara kelompok-kelompok dalam masyarakat.

Perubahan kebudayaan ialah pembahan yang terjadi dalam sistem ide yang dimilikibersama oleh para warga masyarakat atau sejumlah warga masyarakat yang bersangkutan, antara lain aturan-aturan, norma-nomia yang digunakan sebagai pegangan dalam kehidupan.juga teknologi, selera. rasa keindahan (kesenian), dan bahasa
.
2.9 Kaitan Manusia dan Kebudayaan
Dalam sosiologi manusia dan kebudayaan dinilai sebagai dwitunggal, maksudnya bahwa walaupun keduanya berbeda tetapi keduanya menrpakan satu kesatuan. Manusia menciptakan kebudayaan. dan setelah kebudayaan itu tercipta maka kebudayaan mengatur hidup manusia agar sesuai dengannya.
Proses dialektis ini tercipta melalui tiga tahap yaitu :
l. Ekstemalisasi, yaitu proses dimana manusia mengekspresikan dirinya dengan membangun dunianya. Melalui ekstemalisasi ini masyarakat menjadi kenyataan buatan manusia

2. Obyektivasi, yaitu proses dimana masyarakat menjadi realitas obyektif, yaitu suatukenyataan yang terpisah dari manusia dan berhadapan dengan manusia. Dengan demikianmasyarakat dengan segala pranata sosialnya akan mempengaruhi bahkan membentukperilaku manusia.

3. lntemalisasi, yaitu proses dimana masyarakat disergap kembali oleh manusia. Maksudnyabahwa manusia mempelajari kembali masyarakatnya sendiri agar dia dapat hidup denganbaik. sehingga manusia menjadi kenyataan yang dibentuk oleh masyarakat.

Daftar Pustaka : Widyo Nugroho dan Achmad Muchji .1996. Ilmu Budaya Dasar. Jakarta : Gunadarma